Kesehatan & Gizi

Mengenal Bahaya Stunting dan Cara Pencegahannya Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan

"Stunting berpengaruh besar pada kecerdasan anak. Pelajari langkah pencegahan stunting melalui pemberian ASI eksklusif dan MPASI tinggi protein."

Dr. Ratna Sari, M.Psi
Dr. Ratna Sari, M.Psi
Psikolog Anak & Tim Redaksi
Dipublikasikan:
⏱️ 7 menit baca
Mengenal Bahaya Stunting dan Cara Pencegahannya Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan

Masalah Stunting di Indonesia: Apa yang Perlu Orang Tua Ketahui?


Stunting↗ adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita↗ akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—dimulai sejak konsepsi di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.


Dampak stunting↗ bukan hanya perkara tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar, tetapi juga hambatan perkembangan kognitif dan kecerdasan otak yang bersifat permanen.




Tiga Pilar Utama Pencegahan Stunting:

  1. Pemenuhan Nutrisi Ibu Hamil: Ibu hamil wajib mengonsumsi makanan bergizi seimbang, asam folat, serta zat besi.
  2. Pemberian ASI Eksklusif↗: Memberikan asi eksklusif↗ selama 6 bulan pertama tanpa tambahan cairan atau makanan lain.
  3. MPASI Bergizi & Protein Hewani: Memulai MPASI tepat di usia 6 bulan dengan mengutamakan kecukupan protein hewani (telur, ikan, daging ayam/sapi).



Peran Penting Gizi Anak dan Perawatan Harian


Memastikan gizi anak↗ terpenuhi secara optimal mensyaratkan edukasi orang tua yang berkelanjutan. Terapkan pola asuh↗ makan yang menyenangkan (feeding rules) agar anak terhindar dari Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Ajak juga balita↗ aktif bergerak lewat permainan ringan seperti sensory play↗ untuk menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran fisiknya.

Dr. Ratna Sari, M.Psi

Dr. Ratna Sari, M.Psi

Psikolog Anak & Tim Redaksi Utama

Penulis berdedikasi menyajikan panduan parenting berbasis riset ilmiah dan edukasi praktis untuk keluarga Indonesia.